Info Anda post author Kiwi 17 Juli 2026

Jejak Kepemimpinan Prof. Syarif di IAIN Pontianak

Photo of Jejak Kepemimpinan Prof. Syarif di IAIN Pontianak

Dari Kampus Keterbatasan Menuju Kampus Modern: Transformasi Infrastruktur Senilai Lebih dari Rp236 Miliar

PONTIANAK, SP – Perubahan wajah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Pontianak dalam satu dekade terakhir menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan pendidikan tinggi keagamaan Islam di Kalimantan Barat (Kalbar).

Dari kampus dengan fasilitas yang terbatas, kini IAIN Pontianak berdiri dengan deretan gedung perkuliahan modern, laboratorium terpadu, perpustakaan representatif, gedung fakultas, hingga pusat layanan akademik yang terus berkembang.

Transformasi tersebut tidak terjadi dalam waktu singkat. Perjalanan panjang itu dimulai ketika Prof. Dr. H. Syarif, M.A. dipercaya sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan pada masa kepemimpinan almarhum Prof. Hamka Siregar.

Perjuangan yang dimulai sejak 2014 itu kemudian berlanjut ketika Prof. Syarif menjabat Rektor IAIN Pontianak selama dua periode (2018-2022 dan 2022-2026).

Selama lebih dari satu dekade, IAIN Pontianak berhasil memperoleh dukungan pembangunan melalui Rupiah Murni maupun Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan nilai akumulatif lebih dari Rp236 miliar, menjadikan kampus ini salah satu PTKIN yang mengalami percepatan pembangunan infrastruktur secara berkelanjutan.

Pembangunan Sarana dan Prasarana (Sapras) yang dirintis dalam waktu yang tidak pendek ini, ternyata menjadi pilar utama untuk memenuhi syarat alih bentuk IAIN Pontianak menjadi UIN.

Alin bentuk IAIN Pontianak menjadi UIN, harus telah memenuhi persyaratan, diantaranya tersedia berbagai Sapras (Gedung) misalnya gedung Perpustakaan, Gedung Multimedia, Sejumlah lokal kelas, dan beberapa gedung lainnya.

Dari Sebuah Keyakinan Menuju Kepercayaan Pemerintah

Prof. Syarif mengenang, ketika pertama kali dipercaya menjadi Wakil Rektor II, kondisi kampus jauh berbeda dibandingkan sekarang. Infrastruktur yang dimiliki masih terbatas, sementara kebutuhan ruang kuliah dan fasilitas akademik terus meningkat seiring bertambahnya jumlah mahasiswa.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum tahun 2014, IAIN Pontianak hampir tidak pernah memperoleh pembangunan gedung besar dalam satu tahun anggaran. Bahkan gedung rektorat yang kini menjadi pusat administrasi kampus dibangun secara multiyears selama tiga tahun dengan nilai sekitar Rp11 miliar.

"Saat saya dipercaya menjadi Wakil Rektor II, tantangan terbesar adalah bagaimana meyakinkan pemerintah pusat bahwa IAIN Pontianak layak mendapatkan dukungan pembangunan. Kami harus membangun kepercayaan melalui perencanaan yang baik, tata kelola yang akuntabel, dan komitmen bahwa setiap rupiah anggaran benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan pendidikan," katanya.

Menurutnya, perjuangan memperoleh anggaran tidak hanya dilakukan melalui penyusunan proposal, tetapi juga komunikasi yang intensif dengan Kementerian Agama, Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, hingga Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Kepercayaan tersebut akhirnya mulai terbangun.

Tahun 2015, Awal Lompatan Besar

Perubahan dimulai ketika IAIN Pontianak memperoleh alokasi pembangunan Rp48,6 miliar melalui dana Rupiah Murni pada tahun anggaran 2015.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun Tower A (Gedung Saifuddin Zuhri), menyelesaikan pembangunan masjid kampus, serta membangun lapangan futsal.

Prof. Syarif menyebut keberhasilan tersebut sebagai tonggak perubahan.

"Keberhasilan pertama selalu menjadi yang paling sulit. Setelah pemerintah melihat pembangunan berjalan sesuai perencanaan, kepercayaan berikutnya terus datang."

Keberhasilan itu kemudian membuka jalan bagi pembangunan berikutnya.

2016: SBSN Rp30,8 miliar membangun Tower B (Gedung GEBI). 2018: SBSN Rp40,8 miliar membangun Tower C (Gedung Fuad). 2019: SBSN Rp27 miliar membangun Gedung Laboratorium Terpadu, yang kini menjadi gedung perpustakaan dan laboratorium modern.

2024: SBSN Rp49,6 miliar membangun Gedung Fakultas Syariah dan Pascasarjana. 2026: SBSN sekitar Rp40 miliar kembali dikucurkan untuk pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Layanan Akademik, sekaligus pengadaan prasarana digitalisasi kampus.

Menurut Prof. Syarif, pembangunan tersebut bukan sekadar menghadirkan gedung baru, tetapi membangun masa depan pendidikan.

"Saya bersyukur pembangunan tidak pernah terhenti. Setiap periode selalu ada kemajuan sehingga mahasiswa memperoleh fasilitas yang semakin baik," paparnya.

Infrastruktur Menjadi Fondasi Kampus Masa Depan

Apa yang dilakukan oleh Prof. Syarif, mendapat perhatian dan apresiasi serius Prof. Dr. H. Saifuddin Herlambang, S.Ag., M.A., Mantan Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan Periode 2018-2022 dan 2022-2025

Bagi Prof. Saifuddin Herlambang, pembangunan fisik yang berlangsung selama beberapa tahun terakhir merupakan investasi strategis bagi kemajuan institusi.

Menurutnya, kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kurikulum dan dosen, tetapi juga oleh lingkungan belajar yang mendukung.

"Kampus yang unggul harus memiliki ruang kuliah yang nyaman, laboratorium yang lengkap, perpustakaan yang representatif, dan fasilitas akademik yang mampu menunjang proses pembelajaran. Infrastruktur adalah fondasi utama menuju perguruan tinggi yang berkualitas," ujar Prof. Herlambang.

Ia menilai pembangunan yang dilakukan selama ini telah memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Dengan fasilitas yang semakin baik, dosen lebih leluasa melakukan penelitian, mahasiswa lebih produktif belajar, dan pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat. Yang dibangun hari ini bukan hanya gedung, tetapi masa depan institusi," sambungnya.

Pembangunan Kini Berorientasi pada Layanan dan Digitalisasi

Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan saat ini, Dr. Cucu, S.Ag., M.Ag., mengatakan pembangunan memasuki babak baru.

Jika sebelumnya fokus pada pembangunan fisik, kini arah pengembangan juga menyasar transformasi layanan berbasis digital. Menurutnya, pembangunan Gedung Kuliah Terpadu dan Layanan Akademik senilai Rp40 miliar akan dipadukan dengan penguatan infrastruktur teknologi informasi.

"Mahasiswa sekarang membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, dan terintegrasi. Karena itu pembangunan gedung baru juga dibarengi dengan pengadaan prasarana digitalisasi sehingga layanan akademik menjadi lebih modern," katanya.

Ia berharap mahasiswa nantinya dapat memperoleh hampir seluruh layanan administrasi secara elektronik.

"Gedung modern harus diimbangi dengan sistem layanan modern. Itulah arah transformasi kampus saat ini," lanjut Prof. Cucu.

Keberhasilan Berawal dari Perencanaan yang Matang

Dr. H. Ridwansyah, M.Si., yang pernah menjabat sebagai Kepala Biro AUAK IAIN Pontianak Periode 2021-2025) menyatakan bahwa keberhasilan memperoleh pendanaan SBSN secara berulang bukanlah sesuatu yang datang begitu saja.

Setiap pembangunan diawali dengan proses perencanaan yang panjang, mulai dari penyusunan dokumen teknis, pengajuan proposal, koordinasi lintas kementerian, hingga pengawasan pelaksanaan.

"Tidak mudah memperoleh anggaran pembangunan setiap tahun. Semua membutuhkan perencanaan yang matang, administrasi yang akuntabel, serta laporan pertanggungjawaban yang baik," tuturnya.

Ridwansyah menambahkan bahwa pembangunan fisik harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Gedung yang megah harus diisi oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berkualitas. Infrastruktur hanyalah sarana untuk melahirkan prestasi akademik," ujar Ridwansyah.

Menjaga Akuntabilitas Setiap Proyek

Menurut Pengelola Pengadaan Barang/Jasa Ahli Madya Biro AUAK, Sumarman, S.Ag., Sebagai pejabat yang menangani pengadaan barang dan jasa, Sumarman menilai pembangunan infrastruktur membutuhkan pengawasan yang sangat ketat.

Menurutnya, setiap proses pengadaan dilakukan sesuai regulasi agar menghasilkan bangunan yang berkualitas.

"Setiap tahapan mulai dari perencanaan, pelelangan, pelaksanaan hingga pengawasan harus berjalan sesuai aturan. Tujuannya agar kualitas bangunan benar-benar sesuai dengan harapan," paparnya.

Ia mengatakan pembangunan yang baik akan berdampak langsung terhadap efektivitas pelayanan.

"Dulu beberapa unit harus berbagi ruangan. Sekarang pelayanan menjadi jauh lebih tertata sehingga mahasiswa memperoleh layanan yang lebih cepat dan nyaman," kata Sumarman.

Perencanaan Menjadi Kunci Keberhasilan

Suhaimi, S.Ag., M.Pd., sebagai Perencana Ahli Madya Biro AUAK, menilai setiap gedung yang berdiri merupakan hasil dari proses perencanaan yang panjang.

Menurutnya, kebutuhan ruang kuliah, laboratorium, hingga fasilitas akademik dipetakan berdasarkan perkembangan jumlah mahasiswa dan arah pengembangan institusi.

"Perencanaan pembangunan tidak hanya melihat kebutuhan hari ini, tetapi juga memproyeksikan kebutuhan kampus lima hingga sepuluh tahun ke depan," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya digitalisasi.
"Ke depan pembangunan tidak hanya berbentuk gedung, tetapi juga penguatan infrastruktur teknologi informasi, laboratorium digital, dan layanan akademik berbasis elektronik."

Mahasiswa Menjadi Pusat Seluruh Pembangunan

Muhammad Syahrun, S.E., M.M., sebagai Kepala Bagian Umum dan Layanan Akademik Biro AUAK) mengatakan seluruh pembangunan yang dilakukan selama ini bermuara pada peningkatan pelayanan kepada mahasiswa.

Menurutnya, Gedung Kuliah Terpadu dan Layanan Akademik yang akan dibangun akan menjadi pusat pelayanan yang lebih terintegrasi.

"Kami ingin mahasiswa memperoleh pelayanan yang cepat, nyaman, dan efisien. Gedung layanan akademik nantinya akan mengintegrasikan berbagai layanan administrasi sehingga mahasiswa tidak perlu berpindah-pindah tempat," katanya.

Ia juga menilai pembangunan merupakan investasi jangka panjang.

"Mahasiswa hari ini mungkin hanya menikmati fasilitas selama beberapa tahun, tetapi gedung yang dibangun akan dimanfaatkan oleh puluhan generasi berikutnya. Inilah warisan pembangunan yang sesungguhnya."

Prof. Syarif: Semua Ini Adalah Kerja Bersama

Menutup refleksi kepemimpinannya, Prof. Syarif menegaskan bahwa seluruh pembangunan yang telah terwujud merupakan hasil sinergi banyak pihak.

Ia menyampaikan apresiasi kepada para Menteri Agama RI, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Direktur PTKIN, Direktorat Sarana dan Prasarana PTKIN, Bappenas, seluruh pimpinan kampus, dosen, tenaga kependidikan, hingga seluruh sivitas akademika IAIN Pontianak.

"Saya tidak pernah menganggap pembangunan ini sebagai keberhasilan pribadi. Ini adalah hasil kerja bersama seluruh keluarga besar IAIN Pontianak dan dukungan penuh pemerintah pusat. Kami hanya berikhtiar agar kampus ini terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat."

Ia berharap pembangunan tidak berhenti pada infrastruktur, tetapi terus berlanjut pada peningkatan kualitas akademik, riset, inovasi, dan pelayanan.

"Gedung boleh selesai dibangun, tetapi semangat membangun kualitas pendidikan tidak boleh berhenti. Saya berharap IAIN Pontianak terus tumbuh menjadi perguruan tinggi Islam yang unggul, modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional."

Warisan Kepemimpinan

Transformasi IAIN Pontianak selama kepemimpinan Prof. Syarif bukan sekadar terlihat dari berdirinya enam gedung utama dengan nilai pembangunan lebih dari Rp236 miliar, tetapi juga dari perubahan paradigma tata kelola kampus.

Pembangunan fisik berjalan beriringan dengan penguatan sistem perencanaan, tata kelola keuangan, pengadaan yang akuntabel, digitalisasi layanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dengan hadirnya Gedung Kuliah Terpadu dan Layanan Akademik beserta pengadaan prasarana digitalisasi senilai sekitar Rp40 miliar pada tahun 2026, IAIN Pontianak memasuki babak baru sebagai kampus yang tidak hanya memiliki infrastruktur modern, tetapi juga siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era transformasi digital.
Jejak kepemimpinan Prof. Syarif pun tercatat bukan hanya melalui bangunan yang berdiri megah, melainkan melalui fondasi kelembagaan yang akan terus menopang kemajuan IAIN Pontianak bagi generasi-generasi mendatang. (aep mulyanto)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda